Rabu, 12 Oktober 2011

FERMENTASI

PENDAHULUAN

·         LATAR BELAKANG

Adakalanya pembebasan energi terjadi tanpa peran Oksigen bebas. Salah satu contoh adalah fermentasi oleh ragi dalam prosos pemecahan Karbohidrat. Dalam kegiatan ini kita akan menemukan apa saja yang dihasilkan oleh proses fermentasi ini.

·         RUMUSAN MASALAH

1.      Pada akhir percobaan, apa yang terjadi dengan air kapur yang sudah ditetesi fenoftalin ? Jelaskan mengapa demikian !
2.      Apa fungsi air kapur pada tabung B ?
3.      Bagaimana keadaan dalam tabung A pada akhir percobaan ? Apa artinya ?
4.      Apakah energi dibebaskan ? Darimana ada mengetahuinya ?
5.      Bukalah sumbat botol A dari kedua perangkat! Ciumlah bau yang keluar dari botol tersebut ! Perbedaan apakah yag terdapat pada botol A kedua perangkat ?
6.      Bandingkan perangkat percobaan I dan II! Perbedaan apa sajakah yang dapatdiamati ?
7.      Berdasarkan data pengamatan, apa yang dihasilkan pada proses yang terjadi dalam tabung A perangakat I ?
Proses di bawah ini disebut fermentasi. Perubahan kimia yang terjadi :

C6H12O6                 2C2H5OH + 2CO2 + 28 Kkal

Bagaimana cara mengujinya ?
8.      Diskusikan dengan kelompokmu apa pengaruh gas yang ada didalam tabung A diatas adonan ( dibawah penyumbat) terhadap proses yang sedang berjalan?

·         TUJUAN

Mengetahui senyawa kimia yang dihasilkan dalam fermentasi glukosa.

·         LANDASAN TEORI

Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.
Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi yang mengasilkan asam laktat sebagai produk sampingannya. Akumulasi asam laktat inilah yang berperan dalam menyebabkan rasa kelelahan pada otot.
Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana , melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi, dan digunakan pada produksi makanan.

Persamaan Reaksi Kimia
C6H12O6
                      2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan : 118 kJ per mol)



Dijabarkan sebagai :

Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)
Jalur biokimia yang terjadi, sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula yang terlibat, tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis, yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme. Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan.
Fermentasi diperkirakan menjadi cara untuk menghasilkan energi pada organisme purba sebelum oksigen berada pada konsentrasi tinggi di atmosfer seperti saat ini, sehingga fermentasi merupakan bentuk purba dari produksi energi sel.
Produk fermentasi mengandung energi kimia yang tidak teroksidasi penuh tetapi tidak dapat mengalami metabolisme lebih jauh tanpa oksigen atau akseptor elektron lainnya (yang lebih highly-oxidized) sehingga cenderung dianggap produk sampah (buangan). Konsekwensinya adalah bahwa produksi ATP dari fermentasi menjadi kurang effisien dibandingkan oxidative phosphorylation, di mana pirufat teroksidasi penuh menjadi karbon dioksida. Fermentasi menghasilkan dua molekul ATP per molekul glukosa bila dibandingkan dengan 36 ATP yang dihasilkan respirasi aerobik.
"Glikolisis aerobik" adalah metode yang dilakukan oleh sel otot untuk memproduksi energi intensitas rendah selama periode di mana oksigen berlimpah. Pada keadaan rendah oksigen, makhluk bertulang belakang (vertebrata) menggunakan "glikolisis anaerobik" yang lebih cepat tetapi kurang effisisen untuk menghasilkan ATP. Kecepatan menghasilkan ATP-nya 100 kali lebih cepat daripada oxidative phosphorylation. Walaupun fermentasi sangat membantu dalam waktu pendek dan intensitas tinggi untuk bekerja, ia tidak dapat bertahan dalam jangka waktu lama pada organisme aerobik yang kompleks. Sebagai contoh, pada manusia, fermentasi asam laktat hanya mampu menyediakan energi selama 30 detik hingga 2 menit.
Tahap akhir dari fermentasi adalah konversi piruvat ke produk fermentasi akhir. Tahap ini tidak menghasilkan energi tetapi sangat penting bagi sel anaerobik karena tahap ini meregenerasi nicotinamide adenine dinucleotide (NAD+), yang diperlukan untuk glikolisis. Ia diperlukan untuk fungsi sel normal karena glikolisis merupakan satu-satunya sumber ATP dalam kondisi anaerobik.

·         METODE PENELITIAN

Praktikun fermetasi ini berlangsung pada hari Senin tanggal 19 September 2011. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum fermentasi ini adalah gelas kimia, erlemeyer, pipa kaca bentuk L dan J, thermometer, sumbat gabus berlubang dua, timbangan, air kapur, glukosa, air suling, ragi roti, vaselin, dan fenoftalin. Dengan prosedur kerja:

1.      Melarutkan 40 gr glukosa kedalam 200 ml air suling.
2.      Membagi glukosa yang telah dilarutkan dengan air suling tadi menjadi dua bagian dan masukkannya kedalam tabung I A dan tabung II A.
3.      Mengisi tabung I B dan tabung II B dengan air kapur dan menetesinya dengan fenoftalin sampai berwarna merah jambu.
4.      Kemudian menutup keempat tabung tersebut dengan menggunakan sumbat gabus berlubang yang telah di masuki pipa kaca L dan J, menyusunnya menjadi 2 perangkat, dan mengolesi sumbat yang masih berlubang dengan menggunakan salep sampai semuanya tetutupi.
5.      Mengamati kedua perangkat alat tersebut selama 20 menit.










PERCOBAAN

·      ALAT DAN BAHAN

1.         Gelas kimia
2.         Erlemeyer 4 buah
3.         Pipa kaca bentuk L dan J 0,5 cm
4.         Thermometer
5.         Sumbat gabus berlubang dua 4 buah
6.         Timbangan
7.         Air kapur
8.         Glukosa
9.         Air suling
10.     Ragi roti
11.     Vaselin
12.     Fenoftalin

·      PROSEDUR PERCOBAAN

A.        Larutkan 10 gr glukosa kedalam 50 ml air suling dalam tabung A dan masukan kedalam larutan tersebut seberat 2 gr.
B.        Isilah tabung B dengan air kapur yang sudah ditetesi fenoftalin sehingga warna merah jambu.
C.        Kemudian susunlah 2 perangkat alat
D.        Amatilah kedua perangkat alat tersebut selama 20 menit. Catatlah apa yang terjadi dan masukkan tabel pengamatan.

·      HASIL PERCOBAAN

Perangkat percobaan
Keadaan sebelum percobaan
Keadaan sesudah percobaan
Suhu
Bau
Suhu
Bau
Tabung I A
25
Biasa
24
Asam
Tabung I B
25
Biasa
28
Biasa
Tabung II A
25
Biasa
24
Asam
Tabung II B
25
Biasa
28
Biasa















DISKUSI DAN PEMBAHASAN

1.    Air kapur yang ditambah PP awalnya berwarna merah muda tetapi pada akhir percobaan menjadi tidak berwarna. Sehingga dapat dituliskan reaksi:

Botol B : CaCO3 + H2O                    Ca(OH)2 + H2O

2.    pada fermentasi produk utama yang dihasilkan adalah R-OH dan CO2, air kapur mengikat CO2 sehingga tidak lepas ke udara.

3.    Pada botol A setelah bereaksi timbul busa, warna menjadi muda dan berbau yang disebabkan oleh pembentukan C2H5OH. Sehingga dapat dituliskan reaksi :

Botol A : C6H12O6
                  2 C2H5OH + 2 CO2 + 2 NADH2 + Energi

4.    Ya, energi dibebaskan. Diketahui dari persamaan reaksi kimia
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol)

5.    Pada botol A perangkat I bau yang dikeluarkan dari botol tersebut berbau asam seperti bau tapai yang disebabkan oleh C2H5OH. Sementara pada botol A diperangkat II baunya masih sama seperti bau semula karena botol A perangkat II tersebut tidak ditambahkan dengan ragi.

6.    Dari tabel pengamatan perbedaan yang dapat diamati adalah bau dan suhu di akhir percobaan.

7.    Persamaan Reaksi Kimia
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol)

Dijabarkan sebagai
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)
Jalur biokimia yang terjadi, sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula yang terlibat, tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis, yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme. Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan.
Fermentasi diperkirakan menjadi cara untuk menghasilkan energi pada organisme purba sebelum oksigen berada pada konsentrasi tinggi di atmosfer seperti saat ini, sehingga fermentasi merupakan bentuk purba dari produksi energi sel.

















KESIMPULAN

Fermentasi adalah proses peragian atau proses penguraian makanan oleh jamur dan bakteri yang berlangsung dalam keadaan anaerob ( tidak memerlukan oksigen dari udara bebas ) dengan bantuan enzim. Selain itu fermentasi juga berarti pemecahan senyawa organik oleh mikroba yang berlangsung dalam suasana anaerob dengan menghasilkan energi.
Baca Selengkapnya...

ENZIM KATALASE

PENDAHULUAN

·         LATAR BELAKANG

Protoplasma merupakan substansi dasar sel hidup. Protoplasma aktif melakukan reaksi kimia engan bantuan enzi sebagai katalisator. Enzim adalah senyawa yang dibentuk oleh organism hidup. Kita mengenal enzim pencernaan yag bekerja diluar sel. Didalam tubuh maih banyak enzim lain yang bekerja didalam sel (intra sel). Dalam kegiatan ini kita akan menyelidiki sifat-sifat dan peranan enzim katalase dalam reaksi kimia protoplasma.

Hydrogen peroksida merupakan zat kimia yang aktif. Zat ini terus menerus terbentuk dalam sel sebagai hasil sampingan reaksi-reaksi kimia yang terjadi didalam sel. Jika tidak dibuang atau diuraikan oleh sel, zat yang bersifat racun ini akan merusak sel itu sendiri. Adanya enzim katalase yang terdapat dalam sel, hydrogen peroksida itu diuraikan menjadi zat-zat yang tidak merugikan.

·         RUMUSAN MASALAH

1.      Gelembung gas apa yang terbentuk ?
2.      Dari hasil percobaan, faktor apa sajakah yang mempengaruhi kerja enzim katalase ?
3.      Didalam tubuh, proses apa yang menghasilkan H2O2 ?
4.      Apa yang terjadi jika di dalam tubuh banyak H2O2 ?
5.      Apa usaha tubuh untuk menetralkannya ?

·         TUJUAN

1.      Menyelidiki Peranan Enzim Katalase
2.      Menyelidiki Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kerja Enzim
3.      Menegtahui Serta Memahami Reaksi Reaksi Kimia Yang Terjadi Pada Pengujian Enzim Katalase

·         HIPOTESIS
Karena enzim katalase terbentuk atas senyawa protein, maka enzim ini juga memiliki ciri – ciri yang sama dengan protein. Kerja enzim akan sangat dipengaruhi oleh suhu dan derajat keasaman lingkungannya.
·         LANDASAN TEORI
Metabolisme merupakan suatau reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk hidup. Reaksi metabolisme tersebut dimaksudkan untuk memperoleh energi, menyimpan energi, menyusun bahan makanan, merombak bahan makanan, memasukkan atau mengeluarkn zat - zat, melakukan gerakan, menyusun struktur sel, merombak struktur – struktur sel yang tidak dapat digunakan lagi, dan menanggapi rangsang.
-          Tentunya dalam suatu reaksi kimia terdapat zat – zat atau senyawa – senyawa baik yang sifatnya menghambat (inhibitor), atau mempercepat reaksi (aktivator). Senyawa – senyawa yang mempercepat suatu reaksi dikenal dengan sebutan katalisator.
-          Katalisator adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk.
-          Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.

-          Metabolisme yang merupakan reaksi kimia memiliki katalisator yang disebut dengan enzim.
-          Enzim yang tersusun atas protein dan molekul lainnya bekerja dengan menurunkan energi aktivasi, sehingga tidak diperlukan suhu dan energi tinggi untuk melakukan suatu reaksi kimia didalam tubuh.Jika tidak terdapat katalisator dalam metabolisme, maka suhu tubuh akan meningkat dan membahayakan bagi tubuh makhluk hidup.
-          Kerja enzim tentunya dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar enzim. Faktor dalam misalnya substansi – substansi genetik yang dibawa oleh masing – masing enzim.
-          Keinginan kami untuk mengetahui faktor luar yang mempengaruhi kerja enzim, dan memenuhi tugas biologi, merupakan suatu motivasi kami untuk melakukan percobaan sederhana yang menggunakan enzim katalase sebagai contoh(sample).

·         METODE PENELITIAN

Praktikum enzim katalase ini berlangsung pada hari Sabtu tanggal 17 September 2011. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum enzim katalase ini adalah lumpang porselen, rak tabung reaksi, tabung reaksi, pipet tetes, pembakar spiritus, kaki tiga dan kasa, corong kaca, air suling, lidi dan korek api, ekstrak hati, ekstrak jantung, umbi-umbian, H2O2, HCl, NaOH, dan kain kasa/kapas. Dengan prosedur kerja:

1.      Membuat ekstrak hati dengan cara melumatkan hati dalam lumping porselin sambil ditetesi air suling sedikit demi sedikit sebanyak 10 ml, dan menyaringnya dengan corong yang telah dilapisi oleh kain kasa.
2.      Membuat ekstrak jantung seperti membuat ekstrak hati.
3.      Membuat ekstrak umbi seperti membuat ekstrak hati.
4.      Menyediakan 6 tabung reaksi dan diberi label A, B, C, D, E dan F.
5.      Membagi ekstrak hati menjadi empat bagian dan masukkannya kedalam tabung reaksi A, B, C dan D.
6.      Memasukkan estrak jantung kedalam tabung reaksi E.
7.      Memasukkan estrak jantung kedalam tabung reaksi F.
8.      Menuangkan H2O2 kedalam tabung A dengan menggunakan pipet tetes, menutup mulut tabung dengan ibu jari, membuka tutup tabung dan memasukan lidi yang membara.
9.      Meneteskan HCl kedalam tabung reaksi B, mengocoknya hingga merata, kemudian menuangkan H2O2 kedalam tabung dengan menggunakan pipet tetes, menutup mulut tabung dengan ibu jari, membuka tutup tabung dan memasukan lidi yang membara.
10.  Meneteskan NaOH kedalam tabung reaksi C, mengocoknya hingga merata, kemudian menuangkan H2O2 kedalam tabung dengan menggunakan pipet tetes, menutup mulut tabung dengan ibu jari, membuka tutup tabung dan memasukan lidi yang membara.
11.  Memanaskan tabung reaksi D mengunakan air mendidih yang sedang dipanaskan, kemudian menuangkan H2O2 kedalam tabung dengan menggunakan pipet tetes, menutup mulut tabung dengan ibu jari, membuka tutup tabung dan memasukan lidi yang membara.
12.  Menuangkan H2O2 kedalam tabung E dengan menggunakan pipet tetes, menutup mulut tabung dengan ibu jari, membuka tutup tabung dan memasukan lidi yang membara.
13.  Menuangkan H2O2 kedalam tabung F dengan menggunakan pipet tetes, menutup mulut tabung dengan ibu jari, membuka tutup tabung dan memasukan lidi yang membara.











PERCOBAAN

·      ALAT DAN BAHAN

1.         Lumpang porselen (mortar) 1 set
2.         Rak tabung reaksi 1 buah
3.         Tabung reaksi 10 buah
4.         Pipet tetes 5 buah
5.         Pembakar spiritus
6.         Kaki tiga dan kasa
7.         Corong kaca
8.         Air suling
9.         Lidi dan korek api
10.     Ekstrak hati
11.     Ekstrak jantung (jenis umbi-umbian)
12.     H2O2 10%
13.     HCl 5%
14.     NaOH 5%
15.     Kain kasa/kapas

·      PROSEDUR PERCOBAAN

A.        Buatlah ekstrak hati dengan cara
1.    Melumatkan hati dalam lumping porselin sambil ditetesi air suling sedikit demi sedikit sebanyak 10 ml.
2.    Saring dengan corong yang telah dilapisi oleh kain kasa atau biarkan sampai mengendap.
3.    Buatlah ekstrak jantung seperti membuat ekstrak hati.
B.        Sediakan 10 tabung reaksi
1.    5 buah diberi label A, B, C, D, E dan F
2.    5 buah diberi label 1, 2, 3, 4 dan 5
C.        Ekstrak hati dibagi menjadi empat bagian dan masukkan kedalam tabung reaksi E
D.        Tuangkan H2O2 dari tabung 1 sampai dengan 5 dengan 1cc H2O2
E.         Tuangkan H2O2 dari tabung 1 ke tabung A. Tutuplah mulut tabung A dengan ibu jari. Amati apa yang terjadi !
F.         Bukalah tutup tabung reaksi dan masukkan segera lidi yang membara apa yang akan terjadi denganbara itu !
G.        Tuangkan H2O2 dari tabung reaksi ke 2 ke tabung E, lakukan seperti no 5 dan 6. Bandingkan hasilnya degan peristiwa pada tabung reaksi A
H.        Teteskan 1cc HCl kedalam tabung reaksi B, kocok hingga merata
I.           Kemudian tuangkan H2O2 dari tabung reaksi 3 ke tabug reaksi B, amati apa yang terjadi, uji dengan lidi membara
J.          Teteskan 1cc NaOH kedalam tabung reaksi C
K.         Kemudian tuangkan H2O2 dari tabung reaksi ke 4 ke tabung reaksi C, amati apa yang terjadi, uji dengan lidi membara
L.         Panaskan tabung reaksi D (gunakan air mendidih), kemudian tuangka H2O2 dari tabung reaksi 5 kedalam tabung reaksi D, amati apa yang terjadi uji denga bara api
M.      Isilah tabel berikut berdasarkan pengamatan dengan membubuhkan tanda
+      =  ada
++   =  banyak
-            =  tidak ada







·      HASIL PERCOBAAN

TABUNG
LARUTAN
KEADAAN SETELAH + H2O2
GELEMBUNG
NYALA API
A
Eks hati
+

B
Eks hati + HCl
++

C
Eks hati + NaOH
+

D
Eks hati + dipanaskan

+
E
Eks jantung
+

F
Umbi
+



DISKUSI DAN PEMBAHASAN

1.      Gelembung yang terbentuk adalah gelembung yang terus-menerus berbuih memanjang sehingga gelembung keluar dari tabung reaksi.
2.      Beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase adalah suhu dan derajat keasaman (pH).  
Suhu : dimana enzim katalase tidak akan bekerja secara optimal pada suhu tinggi, karena kita ketahui bahwa enzim katalase akan bekerja pada suhu netral.
Derajat keasaman (pH) : Enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral. 
3.      Proses yang menghasilkan H2O2 adalah dalam proses pencernaan makanan.
4.      Senyawa ini merupakan bahan kimia organik yang memiliki sifat oksidator kuat dan bersifat racun dalam tubuh (dapat merusak enzim).
5.      Usaha tubuh menetralkan H2O2 adalah mengurai menjadi air dan oksigen.



















KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah kami lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa enzim katalase berperan dalam penguraian racun dari H2O2 menjadi H2O2 dan O2 , dimana kerjanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu

a.      Suhu
dimana enzim katalase tidak akan bekerja optimal pada suhu tinggi.

b.      Derajat Keasaman pH
dimana enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral.

Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya gelembung dan nyala bara api.

Dimana semakin banyak gelembung gas dan semakin terang nyala bara api berarti kerja enzim katalase akan semakin cepat dan begitu pula sebaliknya karena salah satu kerja enzim yaitu sebagai katalisator/pemercepat reaksi.

Kerja enzim katalase pada pH 7 dan suhu 27° C, sehingga saat dicampur dengan senyawa lain dan dipanaskan kinerjanya akan berkurang bahkan tidak ada.

Tetapi pada saat percobaan kami melakukan kesalahan, kesalahan-kesalahan itu adalah sebagai berikut:
·         Pada tabung A larutan ekstrak hati setelah ditambahakan peroksida terbentuk gelembung tetapi tidak ada nyala api. Kesalahannya adalah keterlambatan akan bara api yang harus segera dimasukkan ketika tabung reaksi yang ditutup dengan ibu jari dibuka.
·         Pada tabung B larutan ekstrak hati yang ditambahkan oleh HCl setelah ditambahakan peroksida terbentuk gelembung tetapi tidak ada nyala api, seharusnya gelembung itu tidak terbentuk. Kesalahannya karena ekstrak hati tidak ditambahkan dengan HCl.
·         Pada tabung C larutan ekstrak hati yang ditambahkan oleh NaOH setelah ditambahakan peroksida terbentuk gelembung yang banyak tetapi tidak ada nyala api, seharusnya gelembung itu tidak terbentuk. Kesalahannya adalah tidak tertutupnya tabung reaksi oleh ibu jari.
·         Pada tabung D larutan ekstrak hati yang dipanaskan setelah ditambahakan peroksida tidak terbentuk gelembung tetapi ada nyala api, seharusnya nyala api itu tidak ada. Kesalahannya adalah ketika memanaskan ekstrak hati tidak sampai benar-benar mendidih, sehingga ekstrak hati tersebut belum rusak seutuhnya.
·         Pada tabung F larutan umbi yang setelah ditambahakan peroksida terbentuk gelembung tetapi tidak ada nyala api, seharusnya gelembung itu tidak terbentuk. Kesalahannya adalah tidak tertutupnya tabung reaksi oleh ibu jari.
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 17 September 2011

Tanpa Alasan

Gelap yang melawan hari gelap ku menanti

Berharap bisa teriakan

Hilangkan semua resahkan kejamnya

Derita berat jiwa rasa ini



Terdiam dalam sendiri ku terkunci

Ungkapkan segenap kata karna penyesalan dirimu
Sudah.. Tak berguna..

Tinggalkan.. Harapan.. Sedikit harapan..

Tanpa alasan..



Ini sungguh tak adil baru saja kau kembali

Dan kupeluk kau ucapkan takan pernah kau tinggalkan perpisahan lagi
Dengan mudah kau lepaskan

Dalam kerasnya.. Dalam kerasnya..



Hentakan berbisik hampa tuk mengancam perih

Lihatkan melekat tawa diriku

Lepaskan sesaat tebias dan terus terbenam

Hilang tenggelam


Terdiam dalam sendiri ku terkunci

Ungkapkan segenap kata karna penyesalan dirimu
Sudah.. Tak berguna..

Tinggalkan.. Harapan.. Sedikit harapan..

Tanpa alasan..



Ini sungguh tak adil baru saja kau kembali

Dan kupeluk kau ucapkan takan pernah kau tinggalkan perpisahan lagi
Dengan mudah kau lepaskan

Dalam kerasnya.. Dalam kerasnya..
Baca Selengkapnya...