Rabu, 12 Oktober 2011

RESPIRASI

PENDAHULUAN

·         LATAR BELAKANG

Secara umum reaksi respirasi adalah sebagai berikut :
C6H12O6  + O2          CO2 H2O

Berdasarkan reaksi tersebut tampak bahwa respirasimembutuhkan oksigen dan menghasilkan karbon dioksida serta uap air.
Untuk membuktikan bahwa respirasi memang terjadi dengan persamaan reaksi seperti diatas ,maka dapat dilakuan kegiatan berikut.

·         TUJUAN

1.    Membuktikan bahwa respirasi membutuhkan oksigen
2.    Membukikan bahwa respirasi menghasilkan karbon dioksida
3.    Membuktikan bahwa respirasi menghasilkan uap

·         HIPOTESIS
Karena enzim katalase terbentuk atas senyawa protein, maka enzim ini juga memiliki ciri – ciri yang sama dengan protein. Kerja enzim akan sangat dipengaruhi oleh suhu dan derajat keasaman lingkungannya

·         LANDASAN TEORI

Salah satu ciri makhluk hidup adalah adanya proses pernapasan yang dilakukan makhluk hidup tersebut, proses pernapasan merupakan proses pengikat oksigen dan pengeluaran karbondioksida oleh darah melalui permukaan alat pernapasan.
Ikan membutuhkan oksigen sebagai salah satu kebutuhan dasar bagi kelangsungan hidupnya. Oksigen dibutuhkan untuk berbagai reaksi metabolisme. Oleh sebab itu, kelangsungan ikan sangat ditentukan oleh kemampuannya memperoleh oksigen yang cukup dari lingkungannya. Kebutuhan oksigen oleh ikan sangat dipengaruhi oleh umur, aktifitas serta kondisi perairan.
Pernapasan adalah proses pengikatan oksigen dan pengeluaran karbondioksida oleh darah melalui permukaan alat pernapasan. Proses pengikatan oksigen tersebut, selain dipengaruhi struktur alat pernapasan, juga dipengaruhi perbedaan tekanan parsial oksigen antara perairan dengan darah. Perbedaan tekanan tersebut menyebabkan gas-gas berdifusi ke dalam darah atau ke luar melalui alat pernapasan.
Alat pernapasan pada ikan antara lain insang, paru-paru seta alat-alat pernapasan tambahan yang hanya dimiliki oleh ikan tertentu saja. Untuk lebih mengetahui mekanisme pernapasan pada ikan baik dengan alat pernapasan biasa atau alat pernapasan tambahan maka praktikum ini dilaksanakan.

·         METODE PENELITIAN

Praktikum respirasi ini berlangsung pada hari Senin tanggal 19 September 2011. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum respirasi ini adalah ikan mas kecil, oksigen dalam kemasan tabung kecil, air, katong pelastik ukuran 2 kg, dan karet gelang. Dengan prosedur kerja:

1.      Mengisi dua kantong pelastik dengan air kira-kira 0,25 liter.
2.      Memasukkan 5 ekor ikan mas ke dalam tiap kantong.
3.      Meniup kantong 1 dengan mulut lalu diikat dengan karet gelang.
4.      Meniup kantong 2 dengan menggunakan oksigen dari tabung oksigen sampai ukurannya sama dengan kantong 1 lalu diikat dengan karet gelang.
5.      Mengamati berapa lama ikan di masing-masing katong dapat bertahan hidup.

PERCOBAAN

·      ALAT DAN BAHAN

1.      Ikan mas kecil (10 ekor)
2.      Oksigen dalam kemasan tabung kecil
3.      Air
4.      Katong pelastik ukuran 2 kg (2 buah)
5.      Karet gelang


·      PERCOBAAN

1.    Isi kedua kantong pelastik dengan air kira-kira 0,25 liter.
2.    Masukkan 5 ekor ikan mask e dalam tiap kantong.
3.    Kantong 1 ditiup dengan mulut lalu diikat dengan karet gelang
4.    Kantong 2 ditiup dengan menggunakan oksigen dari tabung oksigen sampai ukurannya sama dengan kantong 1 lalu diikat dengan karet gelang
5.    Amati berapa lama ikan di masing-masing katong dapat bertahan hidup

·      HASIL PERCOBAAN

Kantong 1 (tiupan napas)
Kantong 2 (oksigen murni)
Ikan
Waktu hidup
Ikan
Waktu hidup
1
4 jam 50 menit
1
15 jam 20 menit
2
4 jam 50 menit
2
15 jam 20 menit
3
4 jam 50 menit
3
15 jam 20 menit
4
15 jam 20 menit
4
15 jam 20 menit
5
15 jam 20 menit
5
20 jam



















DISKUSI DAN PEMBAHASAN

Dari data hasil percobaan tabel di atas didapatkan:

·         Ikan di kantong 1 diisi tiupan napas pada jam 14.20 WIB. 3 ekor ikan mati 4 jam 50 menit kemudian, dan 11 jam 10 menit kemudian 2 ekor lainnya mati.
·         Ikan di kantong 2 diisi oleh oksigen murni pada jam yang sama seperti kantong A. 4 ekor ikan tersebut mati 15 jam 20 menit kemudian, sisanya mati pada 4 jam 40 menit kemudian.




































KESIMPULAN

Dari hasil percobaan dan pengamatan ikan yang berada di kantong 1 berisi tiupan napas lebih cepat mati daripda ikan yang berada dikantong 2 yang berisi oksigen murni karena kantong 1 itu tidak berisi oksigen melainkan karbon dioksida sementara ikan itu bernapas membutuhkan oksigen.
Baca Selengkapnya...

FOTOSINTESIS

PENDAHULUAN

·         LATAR BELAKANG

Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun.Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury, 1995).

Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim tang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya. Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air, dan karbondioksida (Kimball, 1992).

Berbeda dengan organisme heterotrof, organisme autotrof menggunakan energi yang berasal dari oksidasi dan zat-zat organik tertentu. Organisme yang demikian disebut kemoautotrof, karena menggunakan zat – zat kimiawi dalam memproduksi senyawa organik dari senyawa non-organik. Sedangkan peristiwa fotosintesis sendiri dilakukan oleh organisme autotrof yang seringkali disebut dengan organisme fotoautotrof, karena dalam proses pembentukan senyawa organiknya menggunakan energi yang berasal dari cahaya matahari(Kimball, 1992).
Fotosintesis sering didefinisikan sebagai suatu proses pembentukan karbohidrat dan karbondioksida serta air yang dilakukan sel-sel yang berklorofil dengan adanya cahaya matahari yang disebabkan oleh oksigen (O2). Ada juga yang mengartikan fotosintesis dengan suatu peristiwa pengolahan atau pemasakan makanan yang terjadi pada daun dengan bantuan cahaya matahari(Kimball, 1992).
Organisasi dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak henti-hentinya. Sumber energi ini tersimpan dalam molekul-molekul organik seperti karbohidrat. Organisme heterotrofik, seperti ragi dan kita sendiri, hidup dan tumbuh dengan memasukan molekul-molekul organik ke dalam sel-selnya (Kimball, 1992).
Untuk mengetahui ada atau tidaknya amilum yang terdapat dalam proses fotosintesis dapat dilakukan dengan berbagai percobaan, diantaranya dengan memberi perlakuan variasi cahaya matahari yang berbeda pada daun tumbuhan dan mengujinya dengan larutan JKJ untuk memperoleh hasil dan data yang bervariasi antara daun tumbuhan sampel (Ellis, 1986).

·         RUMUSAN MASALAH

1.    Mengapa daun harus ditutup sebelum matahari terbit ?
2.    Apakah tujuan dari merebus daun tersebut ?
3.    Apakah perubahan yang terjadi pada daun setelah di rebus ?
4.    Apakah tujuan daun di masukan kedalam alkohol ?
5.    Apakah ada perbedaan antara daun yang ditutupi dengan kertas timah dengan yang tidak,apabila ditetesi yodium atau lugol setelah di rebus ?
6.    Apakah simpulan dari kegiatan ini ?

·         TUJUAN

Tujuan percobaan tentang fotosintesis ini adalah untuk membuktikan bahwa dalam fotosintesis dihasilkan oksigen (O2), lalu mengamati pengaruh cahaya dan CO2 terhadap pembentukan oksigen pada proses fotosintesis, dan untuk mengetahui ada tidaknya simpanan amilum dalam jaringan daun yang diberi perlakuan cahaya matahari berbeda.

·         HIPOTESIS

Proses fotosintesis merupakan proses mereaksikan karbon dioksida dan air menjadi gula dengan menggunakan energi cahaya, terutama cahaya matahari. Proses fotosintesis umumnya berlangsung pada tumbuhan berklorofil pada waktu siang hari. Fotosintesis bisa terjadi pada malam hari, jika ada sumber cahaya, misalnya cahaya lampu. Maka jika ada bagian daun yang tidak terkena cahaya, bagian itu tidak akan mengalami reaksi fotosintesis sementara pada bagian lainnya reaksi tetap berjalan. Dengan begitu, bagian yang tidak terkena sinar matahari tidak menghasilkan amilum.

·         LANDASAN TEORI

Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Anabolisme memerlukan energi, misalnya: Energi cahaya untuk fotosintesis, energi kimia untuk kemosintesis.

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis:
1.      Intensitas cahaya
2.      Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya
3.      Konsentrasi karbon dioksida
Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.
4.      Suhu
Enzim-enzim yang berkerja dalam proses fotosintesis hanya dapat berkerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintesis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim.

·         METODE PENELITIAN

Praktikum fotosintesis ini berlangsung pada hari Sabtu tanggal 17 September 2011. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum fotosintesis ini adalah tanaman berdaun, kertas timah, air mendidih, gelas kimia ukuran besar dan kecil, alcohol 70%, bunsen dan tripod, cawan petri, larutan yodium, dan air. Dengan prosedur kerja:

1.      Memetik dua macam daun dengan ketentuan daun A ditutup dengan kertas timah selama 48 jam sebelum dipetik, dan daun B tidak ditutup, lalu memotong daun tersebut dengan ukuran dan bentuk yang berbeda.
2.      Memasukan daun-daun itu kedalam air mendidih selama 5 menit.
3.      Mengangkat dan memasukkannya kembali kedalam alkohol dan memanaskannya hingga klorofil meluruh.
4.      Mengangkat daun-daun tersebut lagi, kemudian menetesinya dengan larutan lugol.

















PERCOBAAN

·      ALAT DAN BAHAN

1.      Tanaman berdaun
2.      Kertas timah
3.      Air mendidih
4.      Gelas kimia ukuran besar dan kecil
5.      Alcohol 70%
6.      Bunsen dan tripod
7.      Cawan petri
8.      Larutan yodium
9.      Air

·      PROSEDUR PERCOBAAN

1.    Petiklah dua macam daun dengan ketentuan :
a.    Daun A ditutup dengan kertas timah selama 48 jam sebelum dipetik
b.    Daun B tidak ditutup, potong daun tersebut dengan ukuran dan bentuk yang berbeda!
2.    Masukan daun-daun itu kedalam air mendidih selama 5 menit
3.    Angkat dan masukkan kembali kedalam alkohol dan panaskan hingga klorofil meluruh
4.    Angkat daun-daun tersebut, kemudian tetesi dengan larutan lugol atau yodium. Amati dan catat perubahan yang terjadi dalam tabel

·      HASIL PERCOBAAN

Jenis daun
Warna daun sebelum dimasukkan kedalam air panas
Warna daun setelah dimasukkan kedalam alkohol
Warna daun setelah ditetesi lugol atau yodium
Daun yang ditutup dengan kertas timah
hijau
pudar
putih
Daun yang tidak ditutup dengan kertas tmah
hijau
pudar
ungu

















DISKUSI DAN PEMBAHASAN

1.      Agar ketika proses ditutupnya daun dengan kertas timah daun tersebut tidak sedang melakukan proses fotosintesis.
2.      Tujuan merebus daun-daun tersebut untuk mematikan sel-selnya.
3.      Setelah direbus daun-daun menjadi layu.
4.      Tujuan daun dimasukkan kedalam alkohol untuk membuat klorofil yang terdapat di dalam daun tersebut meluruh dan menjadi pucat.
5.      Saat daun itu ditetesi dengan larutan lugol, bagian daun yang tertutup oleh kertas timah berwarna putih sedangkan yang tidak tertutup warnanya menjadi ungu. Warna ungu menandakan bahwa di daun tersebut terdapat amilum.



































KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan yang kami peroleh maka dapat disimpulkan bahwa pada daun yang dibungkus dengan kertas timah tidak menghasilkan amilum dan tidak terjadi proses fotosintesis disebabkan karna daun tersebut tidak mendapatkan energi cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis Sedangkan pada daun yang tidak dibungkus menghasilkan amilum dan pada daun tersebut terjadi proses fotosintesis disebabkan karna daun tersebut mendapatkan energi cahaya matahari untuk melakukan proses fotosintesis.
Baca Selengkapnya...

INGENHOUZ

PENDAHULUAN

·         LATAR BELAKANG

Pada fotosintesis di hasilkan gas O2. Dalam kegiatan ini kita akan menyelidiki pengaruh sinar, suhu dan CO2, terhadap pembentukan O2  pada fotosintesis.

·         RUMUSAN MASALAH

1.    Bagaimana pengaruh penambahan NaHCO3 terhadap pembentukan gelembung-gelembung gas? Mengapa demikian? Jelaskan!
2.    Bagaimana pengaruh suhu terhadap pembentukan gelembung-gelembung gas?
3.    Bagaimana pengaruh sinar terhadap pembentukan gelembung-gelumbung?
4.    Gas apa yang keluar berupa gelembung-gelembung dan bagaimana mengujinya?
5.    Faktor-faktor apa sajakah yang berpengaruh pada proses fotosintesis?
6.    Apa yang terjadi jika air yang kita gunakan itu keruh?
7.    Apakah yang terjadi jika pada proses percobaan B itu kita berikan hanya salah satu warna sinar misalnya : kuning, jingga, nila, violet?

·         TUJUAN

1.      Mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap proses fotosintesis tanaman berkrolofil.
2.      Mengetahui pengaruh suhu terhadap proses fotosintesis tanaman berkrolofil.
3.      Mengetahui pengaruh kadar CO2 (NaHCO3), terhadap fotosintesis tanaman berkrolofil.

·         HIPOTESIS

Proses fotosintesis akan berjalan secara optimum pada tempat yang mendapat sinar matahari yang cukup, suhu yang optimum, dan jumlah gas CO2 mencukupi.

·         LANDASAN TEORI

Tumbuhan bersifatautotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida danair untuk menghasilkangula danoks igen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + E Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melaluires piras i seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Padares piras i, gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi kimia. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebutklorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat, fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama. Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya, maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih bervariasi. Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof. Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain.
·         METODE PENELITIAN

Praktikum ingenhouz ini berlangsung pada hari Senin tanggal 26 September 2011. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ingenhouz ini adalah baskom, corong kaca kecil, thermometer, tabung reaksi kecil, air, tumbuhan air (Hydrilla), NaHCO3, air panas, es batu, dan toples. Dengan prosedur kerja:

1.      Menyiapkan baskom besar yang telah diisi air sampai penuh.
2.      Mengikat 10 batang Hydrilla yang masih segar dan panjangnya masing-masing 10 cm.
3.      Memasukkan Hydrilla, corong kaca kecil, tabung reaksi kecil, dan toples kedalam baskom.
4.      Memotong ujung batang Hydrilla terlebih dahulu, lalu memasukkannya kedalam corong kaca dengan ujung Hydrilla mengarah ke bawah dalam corong kaca.
5.      Memasukkan corong yang berisi Hydrilla kedalam toples dengan tetap melakukannya dibawah permukaan air, lalu meletakan tabung reaksi yang penuh berisi air tertelungkup diatas corong kaca. Menyimpan perangkat A di tempat teduh.
6.      Menyusun 5 perangkat percobaan lagi seperti yang telah tadi dibuat dengan perbedaan perlakuan sebagai berikut :
·         Perangkat percobaan B =  Percobaan A, tetapi di tempat terang (langsung kena sinar matahari).
·         Perangkat percobaan C = B,ditambah ½ sendok teh NaHCO3
·         Perangkat percobaan D = percobaan B, tetapi menggunakan air hangat sehingga suhu air 30°C
·         Prangkat E = percobaan B,tetapi menggunakan air dingin atau es,sehingga suhu akhir 30°C
·         Perangkat percobaan E = B,ditambah dengan menempelkan plastik berwarna hijau disekeliling toples
7.      Mengamatinya selama 20 menit.






























PERCOBAAN

·      ALAT DAN BAHAN

1.    Gelas kimia 500CC 6 buah
2.    Corong kaca kecil 5 buah
3.    Termometer
4.    Tabung reaksi kecil 5 buah
5.    Air
6.    Tumbuhan air (Hydrilla)
7.    NaHCO3
8.    Air panas
9.    Es batu
10.    Toples 6 buah

·      PROSEDUR PERCOBAAN

1.    Isi gelas kimia dengan air.
2.    Letakan 5 batang Hydrilla atau chara yang masih segar dan panjangnya masing-masing 10 cm,dengan ujung tanaman mengarah ke bawah dalam corong kaca,sebaiknya batang Hydrilla atau charaitu di ikat lebih dahulu supaya tidak memisah waktu berada dalam air.
3.    Masukan corong yang berisi Hydrilla atau chara kedalam gelas yang telah berisi air,lalu letakan tabug reaksi yang penuh berisi air tertelungkup diatas corong kaca.untuk menghindari adanya udara dalam tabugreaksi,lakukan penyusunan perangkat dibawah permukaan air. Simpanlah perangkat A di tempat teduh.
4.    Susunlah 4 prangkat percobaan lagi seperti yang telah kamu buat dengan perbedaan perlakuan sebagai berikut :
Ø  Perangkat percobaan B =  Percobaan A, tetapi di tempat terang (langsung kena sinar matahari).
Ø  Perangkat percobaan C = B,ditambah ½ sendok teh NaHCO3
Ø  Perangkat percobaan D = percobaan B, tetapi menggunakan air hangat sehingga suhu air 30°C
Ø  Prangkat E = percobaan B,tetapi menggunakan air dingin atau es,sehingga suhu akhir 30°C

Catatan :

Ø  Percobaan D, mula-mula 35°C sebelum dipasang tabung reaksi
Ø  Percobaan E, mula-mula suhu 15°C sebelum dipasang tabung reaksi

5.    Amati masing-masing apa yang terjadi pada percobaan A, B, C, D dan E dan catatlah hasil pengamatanmu pada tabel dibawah ini !

·      HASIL PERCOBAAN

PERANGKAT EKSPERIMEN
A
B
C
D
E
F
-
++
+++
+
++
++

Ket:
(-) tidak ada
(+) sedikit
(++) banyak
(+++) banyak sekali


DISKUSI DAN PEMBAHASAN

1.      Pada gelas kimia C diberi larutan NaHCO3. Penambahan larutan NaHCO3 dimaksudkan untuk menambah kandungan CO2 yang terdapat dalam air, dengan persamaan reaksi sebagai berikut :

NaHCO3 + H2O → NaOH + CO2 + H2O

Fungsi larutan NaHCO3 disini sebagai katalis dalam reaksi fotosintesis.
Gelas kimia yang diberi larutan NaHCO3 jumlah CO2 terlarutnya menjadi tinggi, di samping itu gelas kimia tersebut juga diletakkan di tempat yang terang (banyak energi untuk berfotosintesis). Oleh karena itu proses fotosintesisnya menjadi sangat cepat, karena disamping bahan baku tersedia banyak, energi untuk mengolahnya menjadi sejumlah produk juga melimpah, sehingga proses produksi (reaksi) yang berjalan dalam waktu 20 menit mendapatkan hasil yang banyak (gas O2 pada dasar tabung reaksi).
2.      Pengaruh suhu :
Faktor suhu yang rendah akan memperlambat terjadinya proses fotosintesis. Hal ini bukan berarti suhu yang sangat tinggi akan membuat proses fotosintesis menjadi cepat, justru tanamannya akan mati. Suhu yang optimallah yang akan membuat proses fotosintesis menjadi maksimal.
Maka gelembung yang dihasilkan pun banyak.
3.      Pengaruh intensitas cahaya :
fakor intensitas cahaya yang terang akan membuat proses fotosintesis menjadi cepat tetapi bila cahaya yang tersedia sedikit, proses fotosintesis menjadi lambat.
4.      Faktor kadar CO2 terlarut yang melimpah akan mengakibatkan proses fotosintesis berjalan dengan cepat karena CO2 merupakan bahan baku dari proses fotosintesis. Gas yg dikeluarkan adalah O2. Terbukti bahwa dalam proses fotosintesis menghasilkan gas oksigen. Ini ditunjukan dengan menyalanya bara api yang didekatkan dengan mulut tabung reaksi yang berisi gas hasil dari fotosintesis.
5.      Faktor yang berpengaruh pada proses fotosintesis adalah suhu, intensitas cahaya dan kadar karbon dioksida.
6.      Kadar air yang keruh menyebabkan stomata menutup atau terganggu, mengahambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotsintesis.














7.      Warna sinar yang diberikan pada proses percobaan akan mempengaruhi banyak gelembung yang dihasilkan. Warna-warna cahaya yang menggunakan plastik transparan merupakan sprektum warna. Spektrum warna terjadi dari gelombang electromagnet yang memiliki panjang gelombang yang besar dan frekuensi yang kecil, sehingga gelombang electromagnet di udara merambat dengan laju yang sama dan menghasilkan warna-warna yang berbeda-beda. 
Pada percobaan diatas spectrum warna yang digunakan adalah sinar tampak (merah jingga kuning hijau biru nila ungu). Cahaya yang nampak mempunyai bagian kecil yang disebut spektrum elektromagnetik. Panjang gelombang cahaya biasa diukur dengan satuan nanometer (nm). Sinar yang bisa dilihat oleh mata manusia hanya di kisaran 380-700 nm. Sinar dengan gelombang lebih pendek disebut ultraviolet (UV) yang mempunyai panjang 300-350 nm, sedangkan gelombang yang lebih panjang disebut infra merah dengan panjang 700-750 nm. 
Gelombang cahaya yang pendek <400 nm (biru-ultraviolet) akan cepat terserap oleh pigmen klorofil untuk melakukan fotosintesis. Pada Hydrilla verticillata cahaya biru-ultraviolet digunakan lebih banyak dari pada cahaya merah karena lebih mudah didapatkannya, lebih kuat di cahaya matahari dan lebih mudah melewati air. Spektrum merah tidak digunakan pada proses fotosintesis karena spectrum merah sangat sensitive. 
Dalam reaksi fotosintesis akan lebih baik menggunakan cahaya biru-ultraviolet, maka otomatis kerja system pada reaksi terang (membutuhkan cahaya) akan maksimum dan menghasilkan glukosa yang lebih dari cukup dan melepaskan udara (oksigen) yang lebih dari cukup pula. Akan lebih banyak hasil udara yang dihasilkan pada yang membuat tumbuhan semakin produktif.















KESIMPULAN

Fotosintesis adalah proses pembentukan bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan cahaya dan kloroplas.
Warna yang memiliki panjang gelombang pendek sangat cepat mempengaruhi laju fotosintesis sehingga menghasilkan banyak gelembung gas.
Penambahan soda kue sangat mempengaruhi laju fotosintesis sehingga mengasilkan banyak gelembung gas.
Gelembung-gelembung udara yang dihasilkan membuktikan bahwa adanya oksigen yang dihasilkan selama proses fotosintesis.

Tetapi pada saat percobaan kami melakukan kesalahan, kesalahan-kesalahan itu adalah sebagai berikut:
·         Pada perangkat percobaan A yang disimpan ditempat teduh seharusnya terdapat sedikit gelembung karena di tempat teduh tersebut masih ada cahaya yang dapat membantu proses fotosintesis.
·         Pada perangkat percobaan E yang diberi air dingin sehingga suhunya 15° disimpan ditempat terang seharusnya menghasilkan sedikit gelembung. Karena suhu tersebut terlalu rendah untuk enzim pada Hydrilla berkerja.
·         Pada perangkat percobaan F yang dilapisi oleh plastik berwarna hijau seharusnya hanya menghasilkan sedikit gelembung karena panjang gelombang warna hijau <500. Kesalahannya karena perangkat percobaan E tersebut bagian atasnya tidak ditutupi sehingga cahaya masih bisa masuk.
Baca Selengkapnya...